Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2007

Fatwa – Penetapan Hari Iedul Adha

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafidzohulloh

 

 

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh,

Syaikh, tentang dengan penetapan hari Iedul Adha di daerahku, Salafiyyun terbagi menjadi 2 bagian; sebagian mereka mengikuti Saudi dan sebagian lainnya mengikuti pemerintah. Yang mengikuti Saudi berhujjah dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu al-Fatawa bahwa kaum muslimin selalu mengambil rukyahnya jama’ah haji. Apakah ini benar?

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam wa rohmatulloh wa barokaatuh,

Pertama-tama, para ‘ulama telah berbicara tentang masalah ini. Adapun tentang Romadhon : puasa dan iedul fithri, maka pada setiap negeri punya rukyah masing-masing. Dan tidak boleh bagi penduduk negeri ini atau yang selainnya berpuasa mengikuti Saudi dan negeri-negeri lainnya, bahkan setiap negeri memiliki rukyah masing-masing. Jika orang-orang berpuasa, mereka berpuasa bersamanya dan jika orang-orang berbuka (iedul Fithri, pent) mereka berbuka bersamanya, jika kalian berada di negeri muslim seperti negeri ini. (lebih…)

Read Full Post »

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu,

Alhamdulillah, pemerintah kerajaan Saudi melalui Majelis Qodha telah menetapkan bahwa 1 zulhijah 1428 jatuh pada tanggal 10 desember 2007, maka dengan demikian, wukuf akan dilakukan pada tanggal 18 Desember 2007 (hari selasa) dan hari Raya Iedul Adha akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2007 (hari Rabu).

Penetapan pemerintah kerajaan saudi ini berbeda dengan keputusan Pemerintah kita bahwa 1 dzulhijah 1428 jatuh pada tanggal 11 desember 2007 dan Iedul Adah 1428 H akan jatuh pada tanggal 20 Desember 2007.

Lantas bagaimana dengan kita kaum muslimin di Indonesia apakah akan mengikuti Keputusan Saudi atau Pemerintah Indonesia?. Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat baik dari kalangan da’i maupun para ulama, sebagaian ulama memfatwakan untuk mengikuti saudi dan sebagian yang lain memfatwakan untuk mengikuti pemerintah setempat. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh  Syaikh Utsaimin

  

Syaikh Bakr Menulis dalam Bukunya:

 “Apabila engkau mendapatkan kesalahan seorang ulama, maka janglah engkau senang untuk merendahkan martabatnya, namun senanglah karena engkau bisa membenarkan kesalahannya. Karena orang yang jujur akan memastikan bahwa tidak ada seorang ulamapun yang lepas dari kesalahan dan kealpaan, terutama ulama yang banyak karya ilmiyahnya. Tidak ada orang yang senang untuk meremehkannya dengan kesalahan ini kecuali orang yang berlagak pandai, orang semacam ini ingin menyembuhkan penyakit pilek malah mengakibatkan sakit lepra.  (lebih…)

Read Full Post »

Penyelenggaran jenazah merupakan suatu ibadah yang sudah sedemikian jelas diuraikan dalam banyak hadist nabi yang mulia. Namun sayang dalam kenyataan sehari-hari, ritual penyelenggaran jenazah ini seringkali jauh dari apa yang Rasulullah ajarkan kepada ummatnya.

Adalah Imam Muhadist abad ini, Syaikh Nashiruddin Al-Albani berusaha menguraikan dengan gamblang bid’ah-bid’ah yang kerap dilakukan kaum muslimin dalam penyelenggaran jenazah ini dalam sebuah buku yang berjudul Ahkaamul Janaa-iz Wa Bida’uha. Semoga Allah membalas jerih upaya beliau dalam menjelaskan yang haq ini kepada umat. Amin. (lebih…)

Read Full Post »