Feeds:
Tulisan
Komentar
“Perselisihan di antara umatku adalah rahmat”. Ucapan ini sering kita dengar dari orang-orang yang kurang teliti dalam menukil sebuah hadits sehingga menisbahkan kepada Nabi saw. Berikut penjelasan Syaikh Al-Bany tentang hadits diatas.

Lanjut Baca »

Diterjemahkan dari Iqtidho’ Shirothil Mustaqim Li Mukholafatil Ashabil Jahim
yang ditahqiq dan dita’liq oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al ’Aql -hafizhahullah-
Alih Bahasa: Abu Ismail Abduh Tuasikal (Alumni Ma’had Ilmi)
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar

Nasab Beliau

Beliau adalah Syaikhul Islam Al Imam Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al Khadr bin Muhammad bin Al Khadr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah Al Harani Ad Dimasyqi. Nama Kunyah beliau adalah Abul ‘Abbas. Lanjut Baca »

MAULID
Tinjauan Sejarah dan Analisa Dampak

Sejarah lahirnya Maulid

Syaikh ‘Ali Mahfudzh dalam bukunya menerangkan, “Ada yang mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakannya ialah para Khalifah Bani Fahimiyyah di Kairo pada abad keempat Hijriyah. Mereka merayakan perayaan bid’ah enam maulid, yaitu: Maulid Nabi saw, Maulid Imam ‘Ali ra, Maulid Sayyidah Fathimah Az-Zahra radhiallahuanha, Maulid Al-Hasan dan Al-Husein dan maulid Khalifah yang sedang berkuasa. Perayaan tersebut terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai dilarang pada zaman pemerintahan Al-Afdhal Amirul Juyusy. Perayaan ini kemudian dihidupkan kembali di zaman pemerintahan Al-Hakim biamrillah pada tahun 524 Hijriyah setelah orang-orang hampir melupakannya. Dan yang pertama kali maulid Nabi dikota Irbil adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Said di abad ketujuh dan terus berlangsung sampai di zaman kita ini. Orang-orang memperluas acaranya dan menciptakan bid’ah-bid’ah sesuai dengan selera hawa nafsu mereka yang diilhamkan oleh syaithan , jin dan manusia kepada mereka.” [Al-Ibda’ fi madhiril ibtida’: 126]. Lanjut Baca »

HUKUM MENAMAI NEGERI YAHUDI DENGAN “ISRAEL”

Oleh
Syaikh Al-Alamah Prof Dr Rabi bin Hadi Al-Madkhali

MUQADDIMAH
Segala puji bagi Alloh, sholawat dan salam semoga tercurah atas Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du :
Di antara fenomena ganjil yang tersebar yang tersebar di kalangan kaum muslimin adalah menamai dan menyebut negeri Yahudi yang dimurkai Alloh dengan “Israel”! Lanjut Baca »

Bagaimana Hukum Jihad di Palestina?

أبو عمر أسامة العتيبي

Syaikh Abu ‘Umar Usamah ‘Athaya al-‘Utaibi

 

الحمدُ للهِ، والصَّلاةُ والسَّلامُ على رسولِ اللهِ أما بعد

Pertanyaan 1 :

Akhi Abu Umar, Anda melihat banyak saudara-saudara kita di Palestina dan Afghanistan datang ke negeri kita ini, di daerah Teluk dengan maksud untuk mencari penghidupan, padahal telah diketahui bahwa musuh dari bangsa Nasrani dan Yahudi telah masuk ke negeri mereka dan menguasainya, dan Anda tahu pula bahwa dengan demikian maka jihad menjadi fardhu ‘ain atas mereka, dan mereka telah berdosa dikarenakan meninggalkan jihad!!… karena musuh telah masuk ke negeri mereka. Lanjut Baca »

WAHHABISME : DALAM PANDANGAN MUSLIM RUSIA

Sebuah Koreksi dan Klarifikasi Tentang Label Wahhabi

Abu Imraan ‘Abdurrahman as-Sharkhasi

 

 

Ibuku yang tinggal di Rusia pernah berkata kepadaku : “Aku harap engkau bukanlah seorang Wahhabi.” Saya berkata kepada beliau, “Ibu, apakah anda tahu apa arti kata tersebut?”, beliau menjawab : “tidak”. Saya sebenarnya tahu bahwa beliau tidak mengetahui sedikitpun tentang kata tersebut. Namun, hanya karena kata ini dulunya dan sampai saat ini masih digunakan oleh media Rusia (mungkin boleh saya tambahkan juga media dunia) digambarkan sebagai sesuatu yang “jahat, buruk dan monster haus darah dengan jenggot yang tebal yang menyebut diri mereka sebagai muslim” serta label negatif lainnya yang seseorang dapat dikaitkan dengan kata ini, beliau pun turut berkonklusi bahwa segala hal yang dikatakan kepada beliau adalah benar. Selain itu, harian utama Republik Uni Soviet terdahulu yang disebut Pravda, yang bermakna kebenaran, masih eksis [dan sering menggunakan kata wahhabi untuk mendiskreditkannya, pent]. Lanjut Baca »

MEMBACA AL-FATIHAH DI BELAKANG IMAM [SHALAT JAHRIYAH]

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan Syaikh Muhammad Nashidruddin Al-Albani ditanya :

Anda menyebutkan dalam kitab Shalat Nabi, dari hadits Abu Hurairah, tentang di nasahkkannya (dihapuskannya) bacaan Al-Fatihah dibelakang Imam yang sedang shalat jahar. Kemudian anda mengeluarkan hadits ini, dan anda sebutkan bahwa hadits tersebut mempunyai penguat dan hadits Umar. Lanjut Baca »

Imam As-Syafi’i

Penyusun: Ustadz Arif Syarifuddin

Nama dan Nasab

Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.
Lanjut Baca »

Dan Aku pun Dituduh Wahabi…

Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)

Seiring dengan perjalanan kedewasaan menuju proses pematangan diri, terlebih lagi pemikiran, gairah untuk mencai ilmu yang shahih, lebih mengenal agama Islam dari sumber-sumbernya yang asli, menjadi semakin tinggi. Perkenalan tanpa sengaja dengan manhaj salaf nyaris seolah mencuci otak, memutarbalikkan pemahaman hingga apa yang tersisa dari pemahaman terdahulu nyaris menjadi tanpa arti. Lanjut Baca »

BERMADZHAB SALAFI ADALAH BID’AH ?

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam bukunya “As-Salafiyah Marhalatun Zamaniyyatun Mubarokah Laa Mazhabun Islaamiyun” menulis di halaman 236 dengan judul : “Bermadzhab salafi adalah bid’ah”. Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »